Selasa, 25 November 2014

7 Bahaya Tersembunyi Mengkonsumsi Gula (Alasan banyak orang rentan terserang penyakit)

Dua pola konsumsi masyarakat kita yang sangat susah untuk diubah. Yakni, menu gorengan dan penggunaan gula hampir disegala jenis makanan. Dimana ternyata, kedua hal tersebut merupakan sumber dari berbagai keluhan penyakit yang banyak diderita.

Tidak banyak yang paham, bahwa gula putih laksana kristal tersebut ternyata merupakan ancaman nyata bagi kesehatan seseorang. Banyak sekali referensi mengingatkan akan bahaya konsumsi gula terlalu dalam jumlah berlebih.

(Mungkin) bisa saja kita merasa asupan gula kita biasa saja. Namun coba di-cek ulang mulai dari sarapan hingga makan malam. Teh pakai gula, susu ditambah gula, minum jus buah plus gula, cookies juga mengandung gula, softdrink (pastinya pakai gula). Apalagi?, semua jenis makanan yang kita konsumsi semua pakai gula.


Efek negatif gula

Berikut beberapa resiko mengkonsumsi gula menurutKris Gunnars (AuthorityNutrition), antara lain :

1. Tinggi kalori tanpa nutrisi

Tidak ditemukan kandungan protein, mineral maupun vitamin dalam gula. Kandungan energi yang mudah dicerna sama halnya dengan memberi makan bakteri berbahaya dalam mulut. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah pada rongga mulut termasuk gigi berlubang hingga masalah bau mulut.

2. Membebani fungsi hati

Kerja organ hati menjadi ekstra keras untuk mencerna kandungan fruktosa dalam gula. Tidak seperti dalam buah, gula mengandung fruktosa tinggi. Konsumsi fruktosa dalam jumlah signifikan memaksa hati mengubahnya menjadi lemak dan memungkinkan terjadinya "fatty liver" (hati berlemak) yang pada gilirannya akan menjadi pemicu berbagai penyakit serius.

3. Sebabkan resistensi insulin

Salah satu peran penting hormon insulin adalah untuk membakar glukosa atau gula darah dalam sel. Ketika fungsi insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya, sangat dimungkinkan kadar gula darah (glukosa) meningkat. Tingginya kadar gula darah artinya beresiko terhadap penyakit seperti diabetes tipe 2, serangan jantung, obesitas hingga kebutaan.

4. Gangguan sistem metabolisme

Konsumsi gula berlebih tiap hari dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem metabolisme dalam tubuh. Gangguan ini dalam skala ringan dapat ditandai dengan adanya berbagai bentuk inflamasi (peradangan) pada kulit dan organ tubuh lainnya. Dimana peradangan ini merupakan langkah awal dari penyebab kanker pada tubuh seseorang.

5. Kacaukan pola makan

Kandungan fruktosa dalam gula tidak memberikan informasi rasa kenyang pada otak atau tidak menurunkan kadar Ghrelin, yakni hormon yang menyebabkan seseorang merasa lapar. Hal inilah yang menjadikan seseorang "sulit berhenti" atau tidak merasa kenyang ketika makan kudapan dengan kandungan gula tinggi. Namun pada saat tiba waktu makan sesungguhnya, makan menjadi tidak optimal karena perut telah terisi penuh, akhirnya waktu makan menjadi tidak teratur.

6. Sebabkan ketagihan

Gula disebut dapat memberikan efek ketagihan pada diri seseorang karena dapat mengeluarkan dopamin di otak secara massif. Hal ini menjadi tidak heran mengapa tidak sulit menjumpai seseorang "yang merasa" kecanduan dengan minuman atau makanan dengan gula tinggi. Bisa berupa 'junk food', softdrink tertentu atau sekedar teh manis.

7. Beresiko serangan jantung

Memang, gula bukanlah termasuk dari lemak jenuh. Akan tetapi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa fruktosa dalam jumlah besar dapat meningkatkan kadar trigliserida, LDL teroksidasi juga obesitas abdominal yang pada akhirnya dapat meningkatkan kadar glukosa darah dan insulin. Dimana semua itu merupakan faktor utama dari serangan jantung.


Selain bahaya yang disebut diatas, masih terdapat beberapa resiko yang disebabkan oleh gula. Seperti pengaruh terhadap kemampuan otak dan sebagai faktor penting dalam menyebabkan perut buncit.

Memang diakui, tidak bisa serta merta kita lepas dari 'manisnya' gula. Namun, yang paling mungkin dilakukan adalah dengan mengurangi asupan gula dan sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan tersebut dengan mengkonsumsi madu murni.


Oke, tidak selamanya yang manis itu nikmat :)

Tidak ada kata terlambat untuk beralih pada kebiasaan lebih sehat. Kurangi asupan gula, gantikan dengan manisnya madu.


Ditulis oleh
Tips Sehat on Gplus
Gambar ilustrasi
Bahaya penyakit gula © PopSugar
Sumber materi
AuthorityNutrition, HuffingtonPost


0 komentar:

Posting Komentar